Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 2026-05-03

Hambatan dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia

Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Merdeka Belajar Curriculum curriculum implementation educational challenges educational reform systematic literature review

Abstract

The Merdeka Belajar Curriculum represents a major educational reform in Indonesia aimed at enhancing learning quality through curriculum flexibility, differentiated instruction, and character development. Despite its nationwide implementation, several studies report persistent challenges at the school level. This study aims to identify and analyze the barriers and challenges in implementing the Merdeka Belajar Curriculum through a systematic literature review (SLR). The review followed PRISMA guidelines and analyzed journal articles and policy documents published between 2019 and 2025, sourced from Google Scholar, SINTA, ERIC, and official government publications. The findings reveal that key challenges include limited teacher readiness and professional competence, difficulties in applying differentiated learning and formative assessment, unequal educational infrastructure, and weak school leadership and change management. These results indicate that the success of the Merdeka Belajar Curriculum depends not only on policy formulation but also on comprehensive systemic support and strengthened institutional capacity.

Abstrak

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kebijakan reformasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui fleksibilitas kurikulum, pembelajaran berdiferensiasi, dan penguatan karakter peserta didik. Meskipun telah diimplementasikan secara nasional, berbagai studi menunjukkan adanya hambatan dalam penerapannya di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan serta tantangan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada prinsip PRISMA terhadap artikel jurnal dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada periode 2019–2025 dan diperoleh dari basis data Google Scholar, SINTA, ERIC, serta sumber resmi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan kesiapan dan kompetensi guru, kesulitan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif, ketimpangan sarana prasarana, serta lemahnya kepemimpinan dan manajemen perubahan di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan, tetapi juga oleh dukungan sistemik dan kapasitas aktor pendidikan.

Kata kunci: Kurikulum Merdeka; Merdeka Belajar; implementasi kurikulum; tantangan pendidikan; systematic literature review.

References

  1. Anwar, M. (2021). Merdeka belajar dalam konteks pendidikan Indonesia. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v5i1.2203
  2. Black, P., & Wiliam, D. (2009). Developing the theory of formative assessment. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 21(1), 5–31. https://doi.org/10.1007/s11092-008-9068-5
  3. Darmaningtyas. (2020). Pendidikan yang memiskinkan. Intrans Publishing.
  4. Fitria, Y. (2022). Implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Basicedu, 6(4), 6493–6503. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3432
  5. Fullan, M. (2020). Leading in a culture of change (2nd ed.). Jossey-Bass.
  6. Hidayat, R. (2022). Tantangan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Nasional, 14(2), 112–123.
  7. Kemendikbud. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  8. Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  9. Kemendikbudristek. (2023). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  10. Kurniawan, H. (2023). Manajemen sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(1), 34–45.
  11. Leithwood, K., Harris, A., & Hopkins, D. (2020). Seven strong claims about successful school leadership revisited. School Leadership & Management, 40(1), 5–22. https://doi.org/10.1080/13632434.2019.1596077
  12. Lestari, D. (2022). Evaluasi pelaksanaan asesmen pada Kurikulum Merdeka. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(5), 6632–6641. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i5.3900
  13. Nurhasanah. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Didaktika Pendidikan, 17(2), 147–158.
  14. OECD. (2018). The future of education and skills: Education 2030. OECD Publishing.
  15. OECD. (2021). Education policy outlook: Indonesia. OECD Publishing.
  16. Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
  17. Petticrew, M., & Roberts, H. (2006). Systematic reviews in the social sciences: A practical guide. Blackwell Publishing.
  18. Pratiwi, I. (2021). Dampak learning loss terhadap kualitas pembelajaran pasca pandemi. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 98–110.
  19. Putra, N. (2020). Research and development: Penelitian dan pengembangan. Rajagrafindo Persada.
  20. Rahmawati, A., & Putra, D. (2023). Asesmen formatif sebagai tantangan implementasi Kurikulum Merdeka. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(1), 221–231. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i1.4500
  21. Rizal, F., & Ananda, R. (2024). Literasi digital guru dalam mendukung Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 57–68.
  22. Sari, P., Putri, R., & Handoko, T. (2022). Ketimpangan akses teknologi pendidikan di daerah 3T. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(3), 215–227.
  23. Sudrajat, A. (2021). Kurikulum dan perubahan sosial dalam pendidikan. Cakrawala Pendidikan, 40(2), 301–313.
  24. Suryaman, M. (2023). Paradigma baru pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Cakrawala Pendidikan, 42(1), 1–12.
  25. Sutrisno. (2022). Kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi kebijakan pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 14(2), 89–98.
  26. Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (3rd ed.). ASCD.
  27. UNESCO. (2022). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing.
  28. UNESCO. (2023). Global education monitoring report: Technology in education. UNESCO Publishing.
  29. Wahyuni, S., Nurkholis, & Hasanah, U. (2022). Kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Jurnal Kependidikan, 52(3), 321–334.
  30. Wijaya, A. (2024). Adaptasi guru terhadap kebijakan Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(1), 45–56.

How to Cite

Widiatmika, I. N. (2026). Hambatan dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia. Cognoscere: Jurnal Komunikasi Dan Media Pendidikan, 4(1). https://doi.org/10.61292/cognoscere.301